Langsung ke konten utama

Pos

#tanyasarjanagizi Sulawesi Selatan

Beberapa hari yang lalu, saya sempat memposting foto-foto kegiatan yang bertagar: tanyaasarjanagizi di sosial media pribadi saya. Dan saya sudah berjanji untuk berbagi cerita lengkapnya disini :)
***
Tepat 01 April 2017 lalu, kami yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Gizi Indonesia wilayah Sulawesi Selatan sukses mengadakan kegiatan #tanyasarjanagizi. Sebelum di Sulawesi Selatan, kegiatan ini sudah menjadi pembuka di Jawa, yang dilaksanakan oleh kakak-kakak  dan teman-teman volunteer sarjana gizi yang sedang kuliah strata dua dan bekerja disana. Sebenarnya kegiatan ini dibuat atas inisiasi oleh para sarjana gizi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI) yang tujuannya untuk lebih memberikan gambaran, motivasi serta inspirasi seputar kuliah gizi & masa depan sarjana gizi. Sasaran kami adalah mahasiswa(i) program studi atau jurusan gizi bahkan juga membidik pelajar SMA/SMK. Karena tak mau ketinggalan, kami pun yang di Makassar mewakili sektor Sulawesi Selatan juga antu…
Pos terbaru

Liburan Awal Tahun

2016! Alhamdulillah diberi kesempatan untuk bergabung dan bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Makassar. Hari-hari yang sebelumnya banyak dihabiskan di rumah dan bekerja di event atau survey kesehatan, sejak resmi masuk bulan April lalu sudah fokus bergelut dengan pekerjaan yang tidak jauh dengan latar belakang pendidikan saya. Libur yang hanya di hari Minggu saja membuat jatah liburan dan juga salah satunya waktu untuk memperbarui tulisan-tulisan di blog jadi berkurang.     
Menjadi keluarga besar rumah sakit tempat saya bekerja membuat saya tidak memandang mereka sebagai sekedar rekan kerja, namun sudah seperti memiliki orangtua, saudara-saudara dan rumah kedua. Yang unik dari rekan-rekan kerja saya ini adalah dimana mereka sangat memanfaatkan waktu libur untuk berlibur bersama. Dan dengan segala agenda liburan yang terlewatkan, akhirnya kali ini saya bisa ikut juga bersama mereka. 
Sebenarnya ada banyak list-to-do setelah gajian, yang ingin sekali direalisasikan berhubung libu…

Ailurophobia dan Pulau Impian

“Kuingin ke tempat itu, disana bersama dirimu. Ku ingin jiwaku abadi, disana bersama dirimu” – Sparkle Band
Setiap orang yang terlahir di dunia diwarisi oleh segala kelebihan dan kekurangan. Juga dengan segala ciri khas yang telah melekat dalam keseharian yang sebagai bagian dari kepribadian. Dan hanya dianugerahkan pada orang-orang pilihan. Namun bagaimana dengan orang-orang yang ‘memiliki rasa ketakutan berlebihan’? Apakah termasuk sebuah kelebihan atau kekurangan? Ataukah cermin kepribadian? Dan haruskah bangga menjadi orang-orang pilihan?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya disebut fobia. Dalam ilmu psikologis bahkan disebut sebagai salah satu masalah kejiwaan. Dalam keseharian kita di lingkungan orang-orang yang bahkan kita kenal, tak jarang dari mereka memiliki ketakutan berlebih terhadap benda-benda atau objek-objek tertentu seperti pada hewan, badut, balon, bahka…

Ramadan 1437 H: Saya Rindu Nenek

Ramadan datang alam pun riang menyambut bulan yang berkah, begitulah lantunan lagu hits religi Tompi yang mendadak sering diputar dan didendangkan. Bulan ke-sembilan Hijriyah ini merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Ada yang diberi rezeki untuk menjalankan Ramadan di tanah suci atau bahkan sekedar berkumpul bersama keluarga besar. Saya yakin doa penghujung Ramadan setiap orang adalah ingin dipertemukan kembali dengan tetap bersama keluarga lengkap. Namun setiap orang pun harus berlapang dada dan ikhlas jika tidak ditakdirkan demikian, termasuk saya, termasuk keluarga kami, karena kami masih berduka oleh kepergian nenek.
Almarhumah nenek berpulang pada tanggal 28 April 2016. Kondisi kesehatan beliau memang mulai menurun sejak satu tahun terakhir. Menetap di kampung halaman Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, beliau hanya dirawat oleh dua orang nenek yang juga tinggal serumah dan merupakan saudara kandung beliau, om serta sepupu yang masih duduk di ba…

Selamat Malam Dari Pasar

Suara lantang seorang perempuan membuka pagi yang cerah diantara duka yang masih menyelimuti keluarga. Teriakan “bale…bale…” mengisyaratkan bahwa penjual ikan telah datang. Perempuan penjual ikan yang usianya kira-kira sama dengan ibu saya, tampak dengan semangat menjinjing sebuah baskom berukuran cukup besar berisi ikan-ikan jualan yang ditaruh di atas kepala dan dilapisi kain tebal sebagai alas. Tangan kanannya memegang sebuah ember kecil yang juga berisi ikan-ikan, serta tangan kirinya memegang dan memastikan bahwa baskom di atas kepalanya tetap aman.


“Tassiaga bale ta’, Bu?” (berapa harga ikan ta’, Bu?) Kata Mama memulai percakapan “Duappulo lima se’bu, Puang” (dua puluh lima ribu, Puang) “Manakko suli?”(kenapa mahal?) Tanya Mama dengan nada tidak bercanda “Appakoro memang, Puang. Loki bale agae, Puang ?” (karena memang begitu, Puang. Mau ikan yang mana, Puang?) Jawab ibu penjual dengan senyum simpulnya “Bale Cakalang na. Duo pulo sebbu na” (ikan cakalang. Dua puluh ribu saja) “De na ge…

Dari Kuburan Batu Sampai Negeri Di Atas Awan

Saat melakukan kunjungan kerja di Maros, saya terpaku pada salah satu rumah yang sedikit berbeda dengan rumah-rumah lain yang ada, yaitu rumah yang memiliki tongkonan walau dibangun seadanya oleh si pemilik rumah. Setelah selesai melakukan wawancara, saya pun iseng minta diabadikan dengan latar rumah bertongkonan itu.
Selang beberapa bulan kemudian, saya berada di tempat yang tidak hanya dapat melihat satu tongkonan saja, tapi banyak, bahkan di sisi kiri dan kanan perjalanan. Yah, saya dan teman-teman sampai di Toraja, yang merupakan hadiah survey sebulan kami di Takalar. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan menggunakan mobil rental, akhirnya sekitar pukul sembilan malam tibalah kami di Toraja. Bersyukur tidak harus sibuk mencari penginapan, karena salah satu senior kami memiliki basecamp yang juga sudah jadi tempat tinggal dan cukup luas untuk kami berlima tempati selama kami berada dua hari disana. Dan atmosfir dingin nya malam di Toraja mendukung kami untuk segera terlelap.
Dar…

Belajar Diet Pakai Duit ?! Let's Do It!

Beberapa hari setelah diterima bekerja, semua ilmu yang tidak di-update harus di-update, semua buku yang tidak dibuka harus dibuka. Berguru sana sini demi khatam dan berprogres maksimal. Salah satunya dimana sehari-hari ketemu pasien anak, jadi harus tau tentang anak dari A sampai Z-nya, sekalian bisa persiapan untuk nanti punya anak. Ups salah fokus :D

Saya pun disarankan untuk mencari buku dengan judul penuntun diet anak. Dengan padatnya waktu dan tidak memungkinkannya visit ke toko buku, saya pun mengutus sepupu saya untuk mencari buku dengan judul yang sesuai dengan instruksi saya di salah satu mini toko buku dalam kampus. Bukan bukunya yang didapat, yang ada malahan nasehat dari sang penjaga toko yang lengkap dengan respon ke-heran-annya, yang kurang lebih seperti ini: ”Apa ?! Buku Penuntun Diet Anak?! Duh dek, anak itu dikasih makan, jangan disuruh diet”- Gubrak!!!!

Berangkat dari pengalaman ini, sebagian besar orang mengartikan secara sempit arti diet, yakni membatasi makanan aga…

3 Alasan Absen di Pertemuan Kedua #KMK3

Setelah antusias mengikuti kelas perdana dan tibalah jadwal kelas berikutnya, tiba-tiba dengan satu sebab dan lain hal, dengan terpaksa saya harus mangkir pada pertemuan kedua Kelas Menulis Kepo. Dan berikut 3 alasannya:
1. Diterima bekerja di instansi baru
Beberapa hari setelah melakukan rangkaian kegiatan esfatet harian, salah satunya adalah mengikuti kelas perdana “Kelas Menulis Kepo Angkatan 3”, saya diberikan rejeki untuk diterima bekerja di salah satu instansi yang membutuhkan tenaga kerja dari background pendidikan saya. Dan hari itu pula, doa ibu saya dijabahi. Bekerja di sebuah instansi pelayanan kesehatan adalah sensasi baru, yang sebelumnya berezeki merasakan kerasnya kehidupan sebagai pekerja kesehatan lapangan. Dan sebagai pendatang baru di instansi tersebut, tentu harus menurut pada segala aturan yang sudah berlaku. Dari hari sampai jam kerja, plusnya punya segudang pekerjaan rumah baru. Dengan kesempatan dan kepercayaan yang begitu besar dari pihak instansi, saya pun tida…