Langsung ke konten utama

Postingan

Single = Happy ?!

“Mereka bilang sudah saatnya karena usia. Untuk mencari sang kekasih hati. Tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku. Pada waktu dan cara yang indah” – Opie Andaresta
Maaf tulisan ini mungkin agak sedikit kebawa perasaan tapi semoga bisa mewakilkan sebagian besar isi hati dan unek-unek tak tersampaikan khususnya bagi perempuan-perempuan.

Saya kelahiran 92, usia sudah seperempat abad. Jujur sampai saat ini saya masih sangat santai jika ditanya soal pasangan, di antara banyak teman-teman seumuran yang sudah menikah bahkan sudah punya anak. Merasa masih sangat muda dan nyaman membuat saya juga merasa baik-baik saja. Karena sikap baik-baik-saja saya ini tidak jarang mengundang kecemasan dan tanda tanya dari keluarga, sahabat sampai rekan kerja. Dan sebenarnya kondisi ini sudah warning juga bagi perempuan-perempuan yang ‘berkepala dua’.
Sentilan pertanyaan dan pernyataan yang menggalaukan juga menyayat hati tidak jarang jadi makanan sehari-hari. Misalnya, saya cukup on sosmed dan cukup sering …
Postingan terbaru

Tujuh-Belas Agustus: Saya Rindu Puisi

Selamat datang Agustus! Yang euforinya mulai saya rasakan, dan bagi sebagian orang juga ikut merayakan. Tidak terasa menghitung hari tanggal 17. Bendera sudah berkibar di sepanjang jalan dan lorong perumahan, juga tak ketinggalan persiapan pesta rakyat yang diusung-usung akan meriah. Tanggal merah satu-satunya di weekdays untuk bulan ini bukan hanya disambut gembira oleh anak-anak sekolahan, tapi juga oleh para pekerja kantoran karena kami bisa dapat jatah libur seharian.
Sensasi 17an tiap tahun bagi saya pribadi berbeda, beda zaman maka beda prioritas. Singkat cerita, waktu masih masa-masa sekolahan, saya adalah salah satu orang/siswa yang aktif mengikuti perlombaan. Karena di bidang olahraga saya payah, jadi saya melirik lomba-lomba di bidang seni, terutama dan utama yang tidak pernah absen adalah: ikut lomba puisi (re: lomba baca bukan buat puisi). Puisi-puisi yang pernah sering saya bawakan adalah puisi karangan penyair-penyair yang saya temukan hasil googling di internet dan di be…

‘Kartini’ Masa Kini

Pelajaran sejarah saat zaman sekolahan dulu mengenalkan saya pada salah satu pahlawan perempuan nasional yang namanya dikenang setiap tanggal 21 April. Dialah Ibu Kartini, sang pejuang harkat, derajat dan kedudukan perempuan. Julukan ‘habis gelap terbitlah terang’ yang disandangnya merupakan ‘hadiah’ yang diberikan setelah sukses dengan kisah heroiknya.
Nyatanya, perjuangan beliau akan emansipasi wanita tidak sia-sia. Kini, ‘kartini’ sudah banyak menjelma di segala macam bidang pekerjaan dan profesi. Tidak terkecuali di lingkungan pekerjaan saya, dimana saya bekerja di salah satu rumah sakit yang khusus melayani pasien-pasien ibu dan juga anak. Selain pasien-pasien, mayoritas dari kami (pekerja) juga adalah perempuan. Saya sangat bersyukur bisa berkesempatan untuk bekerja di lingkungan perempuan-perempuan hebat, karena hampir setiap hari saya bisa merasakan energi positif dan semangat kartini dari sesama rekan kerja.
Melirik kerja keras tenaga-tenaga medis: diantaranya dokter, bidan/pe…

#tanyasarjanagizi Sulawesi Selatan

Beberapa hari yang lalu, saya sempat memposting foto-foto kegiatan yang bertagar: tanyaasarjanagizi di sosial media pribadi saya. Dan saya sudah berjanji untuk berbagi cerita lengkapnya disini :)
***
Tepat 01 April 2017 lalu, kami yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Gizi Indonesia wilayah Sulawesi Selatan sukses mengadakan kegiatan #tanyasarjanagizi. Sebelum di Sulawesi Selatan, kegiatan ini sudah menjadi pembuka di Jawa, yang dilaksanakan oleh kakak-kakak  dan teman-teman volunteer sarjana gizi yang sedang kuliah strata dua dan bekerja disana. Sebenarnya kegiatan ini dibuat atas inisiasi oleh para sarjana gizi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI) yang tujuannya untuk lebih memberikan gambaran, motivasi serta inspirasi seputar kuliah gizi & masa depan sarjana gizi. Sasaran kami adalah mahasiswa(i) program studi atau jurusan gizi bahkan juga membidik pelajar SMA/SMK. Karena tak mau ketinggalan, kami pun yang di Makassar mewakili sektor Sulawesi Selatan juga antu…

Liburan Awal Tahun

2016! Alhamdulillah diberi kesempatan untuk bergabung dan bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Makassar. Hari-hari yang sebelumnya banyak dihabiskan di rumah dan bekerja di event atau survey kesehatan, sejak resmi masuk bulan April lalu sudah fokus bergelut dengan pekerjaan yang tidak jauh dengan latar belakang pendidikan saya. Libur yang hanya di hari Minggu saja membuat jatah liburan dan juga salah satunya waktu untuk memperbarui tulisan-tulisan di blog jadi berkurang.     
Menjadi keluarga besar rumah sakit tempat saya bekerja membuat saya tidak memandang mereka sebagai sekedar rekan kerja, namun sudah seperti memiliki orangtua, saudara-saudara dan rumah kedua. Yang unik dari rekan-rekan kerja saya ini adalah dimana mereka sangat memanfaatkan waktu libur untuk berlibur bersama. Dan dengan segala agenda liburan yang terlewatkan, akhirnya kali ini saya bisa ikut juga bersama mereka. 
Sebenarnya ada banyak list-to-do setelah gajian, yang ingin sekali direalisasikan berhubung libu…

Ailurophobia dan Pulau Impian

“Kuingin ke tempat itu, disana bersama dirimu. Ku ingin jiwaku abadi, disana bersama dirimu” – Sparkle Band
Setiap orang yang terlahir di dunia diwarisi oleh segala kelebihan dan kekurangan. Juga dengan segala ciri khas yang telah melekat dalam keseharian yang sebagai bagian dari kepribadian. Dan hanya dianugerahkan pada orang-orang pilihan. Namun bagaimana dengan orang-orang yang ‘memiliki rasa ketakutan berlebihan’? Apakah termasuk sebuah kelebihan atau kekurangan? Ataukah cermin kepribadian? Dan haruskah bangga menjadi orang-orang pilihan?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya disebut fobia. Dalam ilmu psikologis bahkan disebut sebagai salah satu masalah kejiwaan. Dalam keseharian kita di lingkungan orang-orang yang bahkan kita kenal, tak jarang dari mereka memiliki ketakutan berlebih terhadap benda-benda atau objek-objek tertentu seperti pada hewan, badut, balon, bahka…

Ramadan 1437 H: Saya Rindu Nenek

Ramadan datang alam pun riang menyambut bulan yang berkah, begitulah lantunan lagu hits religi Tompi yang mendadak sering diputar dan didendangkan. Bulan ke-sembilan Hijriyah ini merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Ada yang diberi rezeki untuk menjalankan Ramadan di tanah suci atau bahkan sekedar berkumpul bersama keluarga besar. Saya yakin doa penghujung Ramadan setiap orang adalah ingin dipertemukan kembali dengan tetap bersama keluarga lengkap. Namun setiap orang pun harus berlapang dada dan ikhlas jika tidak ditakdirkan demikian, termasuk saya, termasuk keluarga kami, karena kami masih berduka oleh kepergian nenek.
Almarhumah nenek berpulang pada tanggal 28 April 2016. Kondisi kesehatan beliau memang mulai menurun sejak satu tahun terakhir. Menetap di kampung halaman Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, beliau hanya dirawat oleh dua orang nenek yang juga tinggal serumah dan merupakan saudara kandung beliau, om serta sepupu yang masih duduk di ba…