Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Selamat Malam Dari Pasar

Suara lantang seorang perempuan membuka pagi yang cerah diantara duka yang masih menyelimuti keluarga. Teriakan “bale…bale…” mengisyaratkan bahwa penjual ikan telah datang. Perempuan penjual ikan yang usianya kira-kira sama dengan ibu saya, tampak dengan semangat menjinjing sebuah baskom berukuran cukup besar berisi ikan-ikan jualan yang ditaruh di atas kepala dan dilapisi kain tebal sebagai alas. Tangan kanannya memegang sebuah ember kecil yang juga berisi ikan-ikan, serta tangan kirinya memegang dan memastikan bahwa baskom di atas kepalanya tetap aman.


“Tassiaga bale ta’, Bu?” (berapa harga ikan ta’, Bu?) Kata Mama memulai percakapan “Duappulo lima se’bu, Puang” (dua puluh lima ribu, Puang) “Manakko suli?”(kenapa mahal?) Tanya Mama dengan nada tidak bercanda “Appakoro memang, Puang. Loki bale agae, Puang ?” (karena memang begitu, Puang. Mau ikan yang mana, Puang?) Jawab ibu penjual dengan senyum simpulnya “Bale Cakalang na. Duo pulo sebbu na” (ikan cakalang. Dua puluh ribu saja) “De na ge…